Story
Dua jiwa namun satu pikiran, dua hati namun satu perasaan
13 Desember 2024 | Pertama Kali Kenal
Kalau Memang Jodoh, Allah Akan Mempertemukan
Semua bermula dari sebuah pesan sederhana di media sosial. Takdir mempertemukan kami dalam cara yang tak terduga—tanpa pernah bertatap muka, tanpa berjabat tangan. Hanya melalui layar, kata demi kata, kami mulai mengenal satu sama lain. Jarak memisahkan, karena saat itu ia sedang bekerja di luar Batam. Namun, hati kami perlahan mendekat…
Februari 2025
Memutuskan Menikah
Hari-hari berlalu, obrolan kami semakin hangat, dan perasaan itu semakin nyata. Hingga akhirnya, ia berkata,
"Kita langsung nikah aja yuk…"
Aku terdiam, ada ragu, ada bimbang… tapi hatiku juga berkata bahwa ini lebih dari sekadar perasaan, ini adalah ketetapan yang harus diperjuangkan. Aku pun berucap,
"Kalau ingin aku, temui saja keluargaku."
Kami pun sama-sama meminta ketetapan hati pada-Nya. Jika memang jodoh, Allah pasti akan menyatukan. Dan di situlah segalanya menjadi semakin jelas…
Maret 2025
Pertemuan & Persiapan Pernikahan
Hari yang dinantikan akhirnya tiba. Ia telah membeli tiket untuk datang ke Batam pada 7 Maret, namun rencana itu harus tertunda karena cutinya diundur. Hingga akhirnya, pada 16 Maret, aku menjemputnya di bandara—untuk pertama kalinya, kami bertemu secara langsung. Ada debaran di dada, ada haru yang tak bisa dijelaskan.
Hari itu juga, ia datang menemui keluargaku untuk menyampaikan niat baiknya. Tanpa banyak waktu, kami pun mulai mempersiapkan pernikahan ini. Semua terasa begitu cepat, di tengah kesibukan dan persiapan menjelang Lebaran. Tapi Allah memudahkan setiap langkah kami…
Sungguh, jika niatnya baik, jalan pun akan selalu terbuka. 😇
And Then
💖 Karena cinta sejati bukan tentang seberapa lama mengenal, tetapi tentang keyakinan untuk melangkah bersama dalam ridho-Nya.